Fenomena Jawa Dingin di 2024
Pada pertengahan tahun 2024, sejumlah wilayah di Pulau Jawa mengalami penurunan suhu yang tidak biasa. Beberapa daerah dataran tinggi seperti Dieng, Bromo, dan Bandung mencatatkan suhu hingga di bawah 10 derajat Celcius. Fenomena ini membuat banyak masyarakat bertanya-tanya dan mencari penjelasannya di internet.
Penyebab Utama: Musim Kemarau dan Posisi Matahari
BMKG menjelaskan bahwa penurunan suhu ekstrem di Jawa terjadi karena beberapa faktor. Saat musim kemarau, langit cenderung cerah tanpa tutupan awan di malam hari, menyebabkan panas bumi terpancar langsung ke atmosfer tanpa terperangkap. Fenomena ini disebut radiative cooling dan paling terasa pada dini hari hingga pagi. Posisi matahari yang sedang berada di belahan bumi utara juga menyebabkan pemanasan berkurang di wilayah selatan khatulistiwa.
Peran Angin Kering dari Australia
Faktor lain yang menyebabkan Jawa terasa dingin adalah hembusan angin kering dari benua Australia. Selama musim kemarau, angin monsun tenggara membawa massa udara kering dan dingin dari Australia ke wilayah Indonesia bagian selatan termasuk Jawa. Udara kering ini memiliki kapasitas menahan panas yang rendah, sehingga suhu turun drastis terutama di malam hari.
Pengaruh Ketinggian dan Topografi
Wilayah dataran tinggi di Jawa paling merasakan dampak fenomena ini. Setiap kenaikan 100 meter dari permukaan laut, suhu rata-rata turun sekitar 0.6 derajat Celcius. Oleh karena itu, daerah seperti Dieng yang berada di ketinggian sekitar 2000 mdpl bisa mencapai suhu mendekati nol derajat. Embun beku atau frost bahkan terjadi di beberapa area pertanian di dataran tinggi.
Dampak bagi Masyarakat dan Pertanian
Suhu dingin ekstrem berdampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat dan sektor pertanian. Tanaman sayuran di dataran tinggi bisa mengalami kerusakan akibat embun beku. Masyarakat di daerah dingin harus lebih memperhatikan kesehatan, terutama bagi lansia dan anak-anak yang rentan terhadap infeksi saluran pernapasan. BMKG mengimbau masyarakat untuk mengenakan pakaian hangat dan menjaga kesehatan selama periode suhu dingin.