Perbedaan waktu di berbagai wilayah bumi terjadi karena rotasi bumi pada porosnya. Bumi berputar 360 derajat dalam 24 jam, yang berarti setiap 15 derajat garis bujur setara dengan perbedaan 1 jam. Akibatnya, saat matahari terbit di satu wilayah, wilayah lain di sisi berlawanan bumi masih mengalami malam hari. Inilah mengapa dunia dibagi menjadi 24 zona waktu.
Sistem Zona Waktu Dunia
Sistem zona waktu internasional dihitung berdasarkan garis Greenwich Mean Time (GMT) atau UTC yang melewati London, Inggris. Indonesia sendiri memiliki tiga zona waktu, yaitu WIB (Waktu Indonesia Barat, GMT+7), WITA (Waktu Indonesia Tengah, GMT+8), dan WIT (Waktu Indonesia Timur, GMT+9). Perbedaan zona waktu ini mencerminkan luasnya wilayah Indonesia dari Sabang hingga Merauke.
Dampak Perbedaan Waktu dalam Kehidupan
Perbedaan waktu mempengaruhi banyak aspek kehidupan, mulai dari jadwal penerbangan internasional, komunikasi bisnis lintas negara, hingga siaran langsung acara olahraga. Fenomena jet lag yang dialami penumpang pesawat jarak jauh juga merupakan dampak dari perbedaan zona waktu yang signifikan.