Mengapa Ada Bayangan?
Bayangan terbentuk karena sifat cahaya yang merambat lurus (rectilinear propagation). Ketika cahaya mengenai sebuah benda yang tidak tembus cahaya (opaque), cahaya tersebut terhalang dan tidak dapat melewati benda tersebut, sehingga di belakang benda terbentuk area gelap yang disebut bayangan. Prinsip ini merupakan salah satu konsep dasar dalam ilmu fisika optik.
Ukuran dan bentuk bayangan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu posisi sumber cahaya, jarak benda dari sumber cahaya, dan ukuran sumber cahaya itu sendiri. Jika sumber cahaya dekat dengan benda, bayangan yang terbentuk akan lebih besar (umbra). Terdapat juga bayangan parsial yang disebut penumbra, terbentuk saat sumber cahaya lebih besar dari benda.
Fenomena bayangan terjadi di mana-mana dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari bayangan tubuh kita saat berjalan di bawah sinar matahari hingga gerhana bulan dan matahari yang merupakan fenomena bayangan skala besar. Memahami konsep bayangan membantu kita mengerti berbagai fenomena alam dan prinsip kerja teknologi seperti kamera dan proyektor.