Apa Itu / Apa Arti • 20 Apr 2020

Apa Itu WFH (Work From Home)? Tren Kerja di Era Pandemi

WFH atau Work From Home adalah istilah yang menjadi sangat familiar di tahun 2020 karena pandemi COVID-19. Jutaan pekerja di seluruh dunia dipaksa untuk beradaptasi dengan sistem kerja dari rumah sebagai upaya mengurangi penyebaran virus.

Definisi WFH

Work From Home (WFH) adalah sistem kerja dimana karyawan melakukan pekerjaan mereka dari rumah atau lokasi di luar kantor, bukan dari ruang kantor tradisional. WFH menggunakan teknologi seperti internet, laptop, dan aplikasi komunikasi untuk tetap terhubung dengan tim dan menyelesaikan pekerjaan.

Istilah lain yang sering digunakan:

  • Remote Work: Bekerja dari jarak jauh, bisa dari rumah atau lokasi manapun
  • Telecommuting: Istilah formal untuk WFH
  • Work From Anywhere (WFA): Lebih fleksibel, bisa dari cafe, co-working space, dll

Sejarah WFH

WFH sebenarnya bukan konsep baru:

Pre-Pandemi:

  • Beberapa perusahaan tech seperti Google, Microsoft sudah punya program WFH
  • Freelancer dan digital nomad sudah lama bekerja remote
  • Tapi WFH masih dianggap privilege, bukan norma

Selama Pandemi 2020:

  • WFH menjadi mandatory untuk hampir semua sektor yang memungkinkan
  • Companies dipaksa mengadopsi teknologi dan infrastruktur untuk remote work
  • WFH berubah dari privilege menjadi necessity

Pekerjaan yang Bisa WFH

Yang Bisa WFH:

  • IT dan Programming: Developer, designer, data analyst
  • Marketing dan Creative: Content creator, social media manager, copywriter
  • Finance dan Accounting: Accountant, financial analyst
  • Customer Service: Call center, customer support
  • Education: Online teacher, tutor
  • Consulting: Business consultant, coach
  • Administrative: Admin, HR, project manager

Yang Sulit WFH:

  • Tenaga medis (dokter, perawat)
  • Manufaktur dan produksi
  • Retail dan F&B
  • Logistik dan transportasi
  • Konstruksi
  • Services yang butuh physical presence

Tools dan Teknologi untuk WFH

1. Komunikasi:

  • Video Conference: Zoom, Google Meet, Microsoft Teams, Skype
  • Chat: Slack, WhatsApp, Telegram
  • Email: Gmail, Outlook

2. Produktivitas:

  • Project Management: Trello, Asana, Monday.com, Notion
  • Document Collaboration: Google Docs, Microsoft Office 365
  • Time Tracking: Toggl, Clockify
  • Cloud Storage: Google Drive, Dropbox, OneDrive

3. Hardware:

  • Laptop/PC yang memadai
  • Koneksi internet stabil
  • Webcam dan microphone yang bagus
  • Headphone/headset
  • Monitor tambahan (optional tapi helpful)

Keuntungan WFH

Untuk Karyawan:

1. Fleksibilitas Waktu
Bisa mengatur jadwal sendiri, lebih mudah balance pekerjaan dan kehidupan pribadi.

2. Hemat Waktu dan Biaya Commute
Tidak perlu macet-macetan, menghemat biaya transportasi dan waktu berjam-jam di jalan.

3. Comfort
Bekerja di lingkungan yang nyaman, bisa pake baju santai, nggak perlu dress code formal.

4. Lebih Banyak Waktu dengan Keluarga
Bisa lebih involved dalam kehidupan keluarga dan anak.

5. Produktivitas Meningkat (untuk sebagian orang)
Tidak ada distraction dari kolega, bisa fokus lebih baik.

6. Work-Life Balance
Lebih mudah mengatur waktu untuk hobi, olahraga, atau istirahat.

Untuk Perusahaan:

1. Hemat Biaya Operasional
Bisa mengurangi ukuran kantor, hemat listrik, sewa, dan fasilitas.

2. Akses ke Talent Pool Lebih Luas
Bisa hire talent dari manapun, tidak terbatas lokasi geografis.

3. Produktivitas (bisa) Meningkat
Beberapa studi menunjukkan karyawan WFH bisa lebih produktif.

4. Employee Satisfaction
Fleksibilitas WFH meningkatkan kepuasan dan retention karyawan.

Tantangan dan Kekurangan WFH

1. Isolasi dan Kesepian
Kurangnya interaksi sosial dengan kolega bisa menyebabkan feeling lonely.

2. Boundaries Antara Kerja dan Pribadi Kabur
Sulit "switch off" dari work mode. Bahaya overworking karena merasa harus selalu online.

3. Distraction di Rumah
Anak-anak, pasangan, TV, atau godaan rebahan bisa mengganggu fokus.

4. Komunikasi Lebih Challenging
Miscommunication lebih mudah terjadi lewat text. Tidak ada casual conversation di pantry.

5. Masalah Teknologi
Internet lemot, laptop bermasalah, atau app crash di tengah meeting penting.

6. Kurangnya Supervision
Beberapa manager kesulitan monitor produktivitas karyawan.

7. Career Development
Lebih sulit untuk networking dan visibility di perusahaan.

8. Home Office Setup
Tidak semua orang punya ruang kerja yang ergonomis di rumah.

WFH Etiquette dan Best Practices

1. Set Up Proper Workspace
Punya dedicated workspace, bukan di kasur atau sofa. Ergonomic chair dan desk.

2. Stick to Schedule
Tetap punya working hours yang jelas. Start dan end time yang konsisten.

3. Get Dressed
Mandi dan ganti baju seperti mau pergi kantor. Helps dengan mental switch to work mode.

4. Over-Communicate
Di remote setting, lebih baik over-communicate daripada under-communicate.

5. Turn On Camera di Meeting
Menunjukkan respect dan engagement. Tapi it's okay untuk off camera sekali-kali.

6. Minimize Distractions
Mute notifications, close irrelevant tabs, pakai headphone.

7. Take Regular Breaks
Jangan duduk 8 jam non-stop. Break setiap 1-2 jam untuk stretching.

8. Set Boundaries
Komunikasikan working hours Anda. Don't feel obligated to respond after hours.

9. Stay Connected with Team
Join virtual coffee breaks, team bonding activities online.

10. End-of-Day Ritual
Punya ritual untuk "close" work day, seperti shutdown laptop, jalan-jalan sebentar.

Tips Produktif WFH

1. Morning Routine
Tetap punya morning routine seperti biasa - jangan langsung kerja dari kasur.

2. To-Do List
Buat prioritas harian. Focus on high-impact tasks.

3. Pomodoro Technique
Kerja fokus 25 menit, break 5 menit. Repeat.

4. Eliminate Multitasking
Focus on one task at a time untuk kualitas kerja lebih baik.

5. Background Music
Untuk beberapa orang, musik instrumental membantu fokus.

6. Exercise
Workout atau stretching di break time untuk maintain energy.

7. Meal Prep
Siapkan lunch dari pagi agar tidak habis waktu masak di tengah hari.

Mental Health Tips untuk WFH

1. Maintain Social Connection
Video call teman atau keluarga di luar jam kerja.

2. Physical Activity
Olahraga rutin untuk endorphin boost.

3. Sunlight Exposure
Keluar rumah walau sebentar untuk vitamin D.

4. Mindfulness dan Meditation
Praktek mindfulness untuk reduce stress.

5. Hobby Time
Alokasikan waktu untuk hobi di luar pekerjaan.

6. Professional Help
Jangan ragu konsultasi therapist jika mental health struggling.

Future of Work Post-Pandemi

Banyak perusahaan berencana adopsi hybrid model:

Hybrid Work:

  • Beberapa hari WFH, beberapa hari WFO (Work From Office)
  • Fleksibilitas untuk karyawan choose
  • Best of both worlds

Fully Remote Companies:
Beberapa perusahaan seperti Twitter, Shopify declare permanent remote work.

Office Redesign:
Office menjadi collaboration space, bukan tempat kerja individual.

Kesimpulan

WFH yang awalnya dipaksa oleh pandemi telah mengubah paradigma kerja secara fundamental. Meskipun ada challenges, WFH juga membawa banyak benefits baik untuk karyawan maupun perusahaan.

Kunci sukses WFH adalah discipline, communication, dan balance. Dengan setup yang tepat dan mindset yang benar, WFH bisa menjadi cara kerja yang productive dan sustainable.

Future of work kemungkinan besar akan lebih flexible - kombinasi antara remote dan office work. Yang penting adalah adaptability dan terus belajar bagaimana optimize cara kerja baru ini untuk well-being dan productivity.

Tags: #wfh#work from home#kerja dari rumah