Anosmia adalah kondisi hilangnya kemampuan indra penciuman yang menjadi salah satu gejala khas infeksi COVID-19. Di tahun 2021, istilah anosmia menjadi sangat populer dicari seiring dengan meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia. Anosmia bisa terjadi secara tiba-tiba dan menjadi tanda awal seseorang terinfeksi virus SARS-CoV-2 bahkan sebelum gejala lain muncul.
Penyebab Anosmia pada COVID-19
Virus SARS-CoV-2 menyerang sel-sel pendukung di epitel olfaktorius (area penciuman di hidung), menyebabkan peradangan dan kerusakan pada saraf penciuman. Berbeda dengan anosmia akibat flu biasa yang disebabkan oleh hidung tersumbat, anosmia COVID-19 terjadi tanpa sumbatan hidung. Kondisi ini biasanya disertai dengan ageusia yaitu hilangnya kemampuan indra pengecap.
Berapa Lama Anosmia Berlangsung
Sebagian besar pasien COVID-19 mengalami pemulihan penciuman dalam 2-4 minggu. Namun sekitar 10-20 persen penderita mengalami anosmia berkepanjangan hingga berbulan-bulan sebagai bagian dari long COVID. Jika anosmia berlangsung lebih dari 3 bulan, disarankan untuk melakukan olfactory training dan berkonsultasi dengan dokter THT.