Apa Itu / Apa Arti • 01 Jun 2020

Apa Arti Gabut? Istilah Gaul yang Viral di Kalangan Anak Muda

Gabut adalah salah satu istilah gaul yang sangat populer di kalangan anak muda Indonesia, terutama di tahun 2020 selama pandemi COVID-19. Kata ini sering muncul di media sosial, percakapan sehari-hari, dan bahkan dijadikan konten meme.

Arti Gabut

Gabut adalah singkatan dari "gaji buta" yang kemudian berevolusi maknanya menjadi kondisi dimana seseorang tidak memiliki kegiatan, bosan, atau sedang tidak produktif. Dalam bahasa gaul anak muda, gabut menggambarkan perasaan:

  • Tidak ada kerjaan
  • Bosan dan tidak tahu mau ngapain
  • Nganggur tanpa aktivitas
  • Punya waktu luang tapi tidak tahu cara mengisinya

Asal Usul Istilah Gabut

Versi 1: Gaji Buta
Konon istilah ini berasal dari "gaji buta" - kondisi dimana seseorang dibayar tapi tidak melakukan pekerjaan apa-apa. Dari situlah berkembang menjadi istilah untuk menggambarkan kondisi tidak ada kerjaan.

Versi 2: Bahasa Jawa
Ada juga yang mengatakan gabut berasal dari bahasa Jawa "gabug" atau "gabus" yang artinya kosong atau hampa.

Terlepas dari asal usulnya, gabut kini sudah menjadi bahasa sehari-hari anak muda Indonesia dengan makna yang lebih luas.

Konteks Penggunaan Gabut

1. Ketika Tidak Ada Kegiatan
"Hari Minggu gabut banget nih, nggak ada yang bisa dikerjain."

2. Mengisi Waktu Luang dengan Hal Random
"Karena gabut, jadinya scroll TikTok berjam-jam."

3. Mencari Teman Ngobrol
"Gabut nih, ada yang mau diajak ngobrol?"

4. Mengerjakan Hal Tidak Penting
"Gabut sampai itung jumlah ubin di lantai kamar."

5. Di Tempat Kerja
"Kantor lagi sepi banget, gabut nggak ada kerjaan sama sekali."

Gabut di Era Pandemi 2020

Istilah gabut menjadi sangat relevan di tahun 2020 karena pandemi COVID-19:

1. Work From Home
Banyak orang yang WFH merasa gabut karena pekerjaan selesai cepat tapi harus tetap online.

2. PSBB dan Lockdown
Pembatasan sosial membuat orang tidak bisa keluar rumah, menimbulkan rasa gabut yang luar biasa.

3. Sekolah Online
Pelajar dan mahasiswa merasa gabut karena pembelajaran daring yang monoton.

4. Bisnis Tutup
Banyak pekerja yang dirumahkan dan merasa gabut di rumah.

Tingkatan Gabut

Anak muda bahkan menciptakan "level" gabut:

Level 1 - Gabut Biasa:
Scroll media sosial, nonton YouTube, main game.

Level 2 - Gabut Menengah:
Stalking mantan, baca ulang chat lama, reorganize playlist musik.

Level 3 - Gabut Parah:
Hitung jumlah ubin, berbicara dengan diri sendiri, atau aktivitas aneh lainnya.

Level 4 - Gabut Akut:
Mulai belajar skill baru yang nggak penting, reorganize lemari berkali-kali, atau bahkan bersih-bersih rumah dengan antusias.

Level 5 - Gabut Terminal:
Sudah produktif karena terlalu gabut - bikin bisnis online, belajar bahasa baru, atau self-improvement lainnya.

Aktivitas Khas Orang Gabut

Berikut aktivitas yang sering dilakukan orang saat gabut:

  • Scroll media sosial tanpa tujuan jelas
  • Buka kulkas berkali-kali padahal isinya sama
  • Binge-watching series Netflix
  • Stalking akun media sosial orang lain
  • Reorganize aplikasi di HP
  • Baca ulang chat lama
  • Main game mobile berjam-jam
  • Bikin konten TikTok random
  • Window shopping online tanpa beli apa-apa
  • Googling hal-hal random dan tidak penting

Gabut vs Bosan

Meskipun mirip, ada perbedaan subtle:

Gabut: Tidak ada kegiatan, idle, free time tapi tidak tahu mau ngapain.

Bosan: Ada kegiatan tapi tidak menarik atau repetitive.

Contoh Gabut: "Hari ini libur, gabut banget di rumah."

Contoh Bosan: "Udah 3 jam meeting, bosan banget dengerinnya."

Meme dan Konten Gabut

Gabut menjadi sumber konten kreatif:

1. Meme "Gabut Challenge"
Challenge di media sosial dimana orang berbagi hal aneh yang mereka lakukan saat gabut.

2. Thread Twitter
"Tell me you're gabut without telling me you're gabut" - thread viral dimana orang share aktivitas gabut mereka.

3. Video TikTok
Konten gabut menjadi salah satu kategori populer di TikTok.

4. Story Instagram
"Gabut, tanya apa aja" - trend dimana orang gabut mengundang followers untuk tanya jawab random.

Produktivitas vs Gabut

Di era hustle culture, gabut sering dianggap negatif. Namun, ada perspektif lain:

Sisi Negatif Gabut:

  • Membuang waktu produktif
  • Bisa menyebabkan overthinking
  • Menurunkan motivasi
  • Membuat malas

Sisi Positif Gabut:

  • Waktu untuk istirahat mental
  • Kesempatan untuk kreativitas
  • Moment untuk self-reflection
  • Istirahat dari hustle culture yang toxic

Cara Mengatasi Gabut

1. Produktif Ringan:

  • Baca buku atau artikel
  • Belajar skill baru (cooking, coding, bahasa)
  • Olahraga di rumah
  • Journaling atau menulis

2. Entertainment:

  • Nonton film atau series
  • Main game
  • Dengerin podcast
  • Explore musik baru

3. Sosial:

  • Chat atau video call teman
  • Join komunitas online
  • Main game online bareng teman

4. Self-Care:

  • Skincare routine
  • Meditasi
  • Tidur siang
  • Masak makanan favorit

5. Kreatif:

  • Gambar atau melukis
  • Bikin konten untuk media sosial
  • DIY craft
  • Fotografi

Istilah Terkait Gabut

Nggabut: Lagi gabut (bentuk verb)

Contoh: "Lagi nggabut nih, ada yang mau diajak ngobrol?"

Gabuters: Sebutan untuk orang-orang yang sedang gabut

Contoh: "Para gabuters, yuk main Among Us!"

Anti-gabut: Aktivitas untuk mengusir rasa gabut

Contoh: "Ini konten anti-gabut buat kalian yang bosen di rumah."

Gabut dalam Bahasa Daerah

Setiap daerah punya istilah sendiri untuk menggambarkan kondisi gabut:

  • Jakarta: Gabut, ngendon
  • Jawa: Nganggur, mlongo
  • Sunda: Heneng wae, nganggur
  • Medan: Songong (tapi beda konteks)
  • Makassar: Tabe' (duduk santai)

Quotes tentang Gabut

"Gabut itu bukan curse, tapi kesempatan untuk menemukan hal baru tentang diri sendiri."

"Level gabut seseorang bisa diukur dari seberapa dalam mereka stalking akun random di Instagram."

"Gabut adalah state of mind dimana kreativitas dan kemalasan bertemu."

Kesimpulan

Gabut adalah istilah yang perfectly capture kondisi idle time di era modern, terutama selama pandemi 2020. Meskipun sering dianggap negatif, gabut sebenarnya adalah bagian normal dari kehidupan.

Yang penting adalah bagaimana kita mengisi waktu gabut - apakah dengan aktivitas yang meaningless atau memanfaatkannya untuk istirahat, kreativitas, atau produktivitas ringan.

Di tengah hustle culture yang mendorong produktivitas 24/7, sometimes it's okay to just be gabut. Mental health dan work-life balance juga penting!

Jadi, sedang gabut sekarang? It's okay! Manfaatkan waktu gabut dengan cara yang membuat Anda happy, whether that's being productive or just chilling.

Tags: #gabut#arti gabut#istilah gaul